by

Nama Bayi Laki-Laki Islam yang Dimakruhkan

nama bayi laki-laki islamMemberi nama bayi laki-laki Islam harus mengedepankan syariat Islam yang berlaku. Ada beberapa nama yang dicintai Allah, ada nama-nama yang dimurkai Allah, ada juga nama-nama yang dimakruhkan. Makruh dalam Islam artinya adalah boleh dilakukan, tetapi sebaiknya ditinggalkan. Demikian juga jika hukum tersebut dimasukkan ke dalam penamaan bayi, maka boleh menamai bayi dengan nama-nama makruh, akan tetapi lebih baik ditinggalkan.

Nama Bayi Laki-Laki Islam yang Sebaiknya Ditinggalkan

Pertama adalah memberi nama bayi laki-laki Islam dengan nama orang-orang fasiq. Orang-orang fasiq adalah para pendosa, walaupun nama tersebut diperbolehkan tetapi dianjurkan untuk tidak menggunakannya. Dimakruhkan juga untuk memberi nama bayi dengan nama-nama perbuatan maksiat, seperti Zina, Qatal, dan sebagainya. Dimakruhkan menamai anak dengan nama-nama hewan yang mengandung konotasi buruk, seperti Anjing, Babi, Keledai, dan lain sebagainya. Nama-nama hewan sangat jarang digunakan di Indonesia untuk menamai anak. Adapun untuk nama panggilan, ada yang menggunakan nama burung Pipit untuk memendekkan nama asli Safitri agar mudah diucapkan. Adapun nama-nama hewan yang berkonotasi buruk, tidak pernah digunakan sama sekali walaupun dalam syariat Islam hanya makruh. Meskipun demikian, ada orang yang suka memanggil teman yang sudah akrab dengan nama binatang yang konotasinya kasar, dan orang yang dipanggil pun tidak merasa tersinggung.

Dimakruhkan juga menamai anak dengan nama-nama yang menyerupai nama agama, seperti Nuruddin, Dliyauddin, dan sebagainya. Menggunakan nama “Islam” seperti Saiful Islam juga dianjurkan untuk ditinggalkan. Makruh juga untuk memberi nama bayi dengan nama-nama surat dalam Al-Qur’an, terutama dengan surat-surat yang menggunakan nama dengan huruf muqathaah, seperti Ya Siin, Tha Ha, dan sebagainya. Para ulama tafsir menyerahkan makna ayat ini sepenuhnya kepada Allah. Ayat-ayat ini diturunkan oleh Allah untuk membantah orang-orang yang menganggap bahwa Al-Quran adalah buatan nabi Muhammad SAW, dan terbukti para ahli sastra di zaman itu terkagum-kagum dengan turunnya ayat-ayat tersebut. Menggunakan nama yang bermakna ganda untuk nama bayi laki-laki Islam juga dimakruhkan. Misalnya Muhammad Said atau Muhammad Ahmad. Muhammad maknanya sudah sama dengan Ahmad, jadi cukup menggunakan satu saja Muhammad atau Ahmad.

Related posts: