by

E-Commerce Untuk Pajak Online

pajak onlineSemakin berkembangnya bisnis online tentu saja sangat berpengaruh bagi pemasukan kas negara. Salah satunya sekarang ini membayar pajak online sedang gencar diwacanakan oleh pemerintah. Terutama bagi mereka yang berkecimpung pada dunia e-commerce sekarang ini menjadi salah satu peserta wajib pajak. Namun dalam hal ini pemerintah menetapkan bagi mereka yang menjalankan bisnis online ini tentunya ada kategori batasan tertentu untuk membayar pajak. Baik secara aturan regulasi memang tidak ada sebuah perbandingan perbedaan terutama dalam pemungutan pajak baik itu perdagangan secara konvensional maupun e-commerce. Dikarenakan keduanya memiliki sebuah objek yang sama terutama dalam kaitannya dengan pemungutan pajak.

Ketentuan Pelaku E-Commerce Terhadap Pembayaran Pajak Online

Sebagai pebisnis yang taat dan patuh tentunya sekarang ini membayar pajak online terutama untuk Pajak Penghasilan bisa dilakukan. Adapun yang diwajibkan bagi mereka yang melakukan bisnis secara online tentunya ada kriteria tertentu untuk membayar pajak. Adalah mereka yang memiliki omset per tahun sekitar kurang dari 4,8 Miliar Rupiah sebanyak satu persen dari pemasukan. Dalam hal ini kaitannya dengan pelaku bisnis online yang memiliki penghasilan setiap awal tahun atau bulan Januari. Terutama pada situs iklan seperti Google Adsense dan lain-lain dengan jumlah sekitar sepuluh juta rupiah maka ia wajib untuk membayar pajak penghasilan sebesar 1%. Dimana pemerintah dalam hal ini telah menentukan regulasi dalam pembayaran paling lambat sekitar 15 hari setelah bulan selanjutnya.

Dalam pembayaran pajak untuk penghasilan atau PPh biasanya dilakukan berdasarkan ketentuan yang diberlakukan. Dimana pada saat membayar para peserta wajib pajak ini untuk mengisi formulir SSP. Yang kemudian SSP tersebut dikembalikan kepada kantor yang ditunjukkan sebagai penerima pembayaran pajak yang sah. Anda nantinya bisa membayarnya melalui pos ataupun bank yang terkait dalam pembayaran pajak ini. Dimana pada saat memberikan SPT tahunan peserta wajib pajak di bidang e-commerce ini menggunakan peraturan terkena 1% dari PPh. Dengan berpenghasilan besar bukan lagi alasan untuk tidak taat membayar pajak online karena saat ini membayar pajak bisa dilakukan dengan mudah.

Related posts: